Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Bila diurut dari sejarah, maka perjuangan ummat Islam Aceh melawan kezaliman dan mempertahankan syariat Islam sampai tahun ini telah berumur 128 tahun. Tidak hanya itu, ummat Islam Aceh turut membantu negeri-negeri lain dari penjajahan dan kezaliman termasuk Indonesia, Thailand, dan semenanjung Malaysia (termasuk Singapura). Berbagai kepentingan, kesenangan, kenikmatan, dan kehormatan serta nyawa telah dikorbankan ummat Islam Aceh demi menegakkan Islam dan membebaskan manusia dari penjajahan manusia atas manusia. Ummat Islam di Aceh sadar betul betapa pentingnya kemerdekaan untuk menjalankan agama, berdakwah, bekerja, membangun atas dasar ridha Allah. Semua ini dilakukan hanya karena ingin melihat agama Allah tegak di muka bumi ini.

Bulan suci Ramadan telahpun berlalu dengan tibanya bulan Syawal dimana berjuta-juta penganut Islam dari seluruh dunia menyambut hari raya Aidil Fitri yaitu hari kemenangan karena telah berhasil mengalahkan hawa nafsu selama sebulan penuh. Kepergian bulan Ramadan disambut dengan berbagai cara oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Ada yang menyambutnya dengan menumpahkan segala kemeriahan dan kegembiraan, namun ada pula yang menyambutnya dengan tangisan dan kesedihan dengan satu tanda tanya besar, “Akankah kita dapat bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan pada tahun depan?”

Beratus-ratus tahun yang silam sebelum datangnya agama Islam ke Aceh, sebahagian besar rakyat Aceh masih menganut kepercayaan animistik dan dinamistik dan sebahagiannya lagi menganut agama Hindu. Namun demikian, begitu Islam bertapak di Aceh, semua rakyat Aceh dengan serta merta memeluk Islam sebagai agama tunggal. Tidak ada rakyat Aceh yang memilih agama selain Islam.